Tuturial PHP

SUMBER mjbookmaker by:
http://jowo.jw.lt

Dasar-dasar PHP 1

Membuat Website sendiri? Kenapa enggak. Nah, bagi yang sama sekali baru di dunia PHP, halaman ini ditujukan untuk menggugah minat dan semangat mempelajari bahasa ini sebagai landasan awal buat kamu yang pengen membuat website dinamis sendiri. Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka halaman pertama ini dibuat untuk mengenalkan kita pada PHP.

Salam hangat dan Selamat menikmati.

Tutorial ini ditujukan bagi rekan-rekan yang newbie (alias baru) di dunia PHP tapi minimal sudah mengerti tentang HTML (kalo belum silahkan belajar dari buku tentang HTML, ndak rumit kok).

{mosgoogle}PHP adalah sebuah bahasa script yang sangat bagus dan cocok untuk digabungkan dengan HTML. Dengan kemampuan PHP untuk membuat website yang dinamis serta keindahan desain menggunakan HTML, maka nyaris tidak ada yang tidak dapat dilakukan gabungan kedua bahasa ini di dunia web. Enaknya lagi, PHP ini merupakan bahasa yang sangat mudah (bagi yang pernah mempelajari C atau bahasa pemrograman lain akan sangat merasakan perbedaaan ini. Contoh salah satu perbedaan yang paling terasa adalah bahwa kita ndak usah repot-repot deklarasi variabel di awal, kalau butuh variabel tinggal pakai).

Kelebihan lain PHP adalah bahwa bahasa ini didistribusikan secara bebas alias open source, artinya ada keuntungan sampingan selain boleh make secara gratis yaitu tersedia banyak sekali materi bagus tentang bahasa ini (salah satunya di situs ini), sehingga begitu kita memahami dasar PHP, akan sangat mudah bagi kita untuk mengembangkan kemampuan kita mengingat begitu banyaknya materi yang tersedia di mana-mana.

Saya sendiri mengenal PHP saat harus membuat aplikasi berbasis web di kantor. Kebetulan disuruh kursus, dan ternyata sangat mudah. Enjoy aja, dan tetap terusin bacanya.

Sebelum mulai, anda perlu menginstal server di komputer anda untuk mencoba script yang anda buat secara lokal. (Jika anda memiliki space di server yang support PHP anda juga bisa ngetes script di sana, tapi lebih rumit dan makan biaya soalnya perlu FTP, akses internet, lama, and so on gitu loh). Kalo belum punya software untuk menambahkan fungsi web server, PHP di komputer anda, coba cari di google kata kunci phptriad download, terus instal aja di PC anda. Kalo udah selesai instal, nyalain Apachenya (kalau udah perlu database nyalain juga MySQLnya, untuk cara koneksi PHP ke MySQL lihat di artikel “menghubungkan PHP dengan MySQL”) terus coba ketik di addres http://localhost kalo dah keluar halaman awal Apache, berarti PC anda sudah siap untuk ngetes PHP. (Sebelum lupa, direktori tempat kita harus meletakkan file-file nanti ada di c:\apache\htdocs, kalo ndak percaya, lihat aja di file index yang ada di direktori itu isinya sama dengan yang muncul di halaman awal waktu kita akses ke localhost).

By the way, kamu juga bisa nyoba situs belajar online yang dilengkapi juga praktek secara full on line dan terintegrasi (kayaknya situs itu satu-satunya deh yg bisa bikin gitu…) di http://www.kursus-online.com/. Check it out, kalo kamu bersedia merogoh kocek sedikit maka kamu bisa mencoba pengalaman baru dalam belajar deh. Bagus kok.

OK, silahkan disiapkan dulu, tutorial berikutnya akan berisi tentang filosofi pemrograman PHP (server side script, hubungannya dengan HTML, dll), hal-hal apa saja yang bisa dilakukan PHP, dan tentu saja, contoh script sederhana kecil untuk menampilkan tulisan di halaman web situs anda.
Salam hangat.

Dasar-dasar PHP 2

Apa sih PHP itu?

OK, udah server sudah siap. Pertanyaan berikutnya adalah sebetulnya PHP itu apa sih ? PHP adalah sebuah program yang di instal di atas software web server anda. PHP bekerja pada versi-versi web server Apache, Microsoft IIS, dan server-server lainnya (dalam kasus phptriad, web server yang digunakan adalah Apache Web Server).

{mosgoogle}Anda menggunakan PHP dengan cara menyisipkan kode PHP ke dalam HTML yang dipakai untuk membangun situs anda. Saat seorang klien (siapapun dalam web) mengunjungi situs yang berisi kode ini, server anda akan mengeksekuainya. Itulah sebabnya anda perlu menginstal server anda sendiri untuk mengetes kode PHP anda secara lokal. Dalam hal ini, server merupakan otaknya bukan browser anda. Fungsi browser hanya untuk menampilkan hasil karya server ke PC klien. Klien tidak memerlukan tambahan khusus atau apapun untuk melihat kode PHP anda beraksi di server karena hasil eksekusi kode PHP anda akan dibawa dalam kode HTML ke browser klien. Kata orang-orang pintar sih, PHP itu bagus karena gak ngabisin resources CPU di server.

PHP adalah sebuah bahasa script, persis HTML. Hal ini berarti kode tidak perlu di-compile sebelum digunakan. Kode yang kita buat akan diproses saat diperlukan. Ini berbeda dengan bahasa pemrograman seperti C, VB maupun Delphi yang perlu di-compile (di-compile artinya di ubah dari bentuk text ke bentuk bahasa mesin yang bisa langsung dieksekusi oleh komputer, biasanya ekstensi filenya adalah EXE). Konsekuensinya, PHP memerlukan server PHP untuk mengeksekusi kode PHP yang masih dalam bentuk teks, sedangkan program hasil compile dalam bentuk executable file tidak memerlukan program lain untuk bisa dieksekusi.

Sebelum menggali lebih dalam, anda perlu tahu bahwa ada situs yang disebut dengan php.net. PHP adalah sebuah bahasa open source, dan php.net adalah pusat pengontrolnya (kebayang kalau ndak ada yang koordinasi, bakalan ribet banget tuh pengembangannya, iya kan?). Php.net memiliki banyak materi referensi mengenai PHP dan berbagai macam tips yang dikirim para programmer dari seluruh penjuru dunia. PHP.net memiliki informasi yang sangat hebat dan mendalam mengenai PHP, tapi akan sangat mengerikan bagi pemula untuk langsung terjun ke sana. Itulah sebabnya situs ini dibuat, selain materi di sana sudah advance, yang bikin repot buat kita ya bahasa inggrisnya itu loh. Tapi jangan khawatir, di akhir tutorial ini kita akan membicarakan mengenai bagaimana cara untuk memanfaatkan situs php.net tersebut.

OK, sekarang kita sudah tahu mengenai PHP, so what gitu loh? Emang PHP bisa apaan aja sih ? Gini loh, PHP itu bisa:

· Mengambil informasi dari form berbasis web dan menggunakannya untuk berbagai macam keperluan (menyimpan dalam database, membuat halaman berkondisi berdasarkan isi form, ngirimin e-mail, ngirim e-mail ke pacar secara otomatis saat ultah do’i, pokoknya macem-macemlah);

· Autentikasi dan menelusuri pengunjung, artinya kita bisa tau pengunjung situs kita itu lebih senang ngeliat halaman yang mana;

· Melayani halaman yang berbeda-beda tergantung pada penggunaan browser atau peralatan (misalnya kita bisa tahu pengunjung situs kita itu pake IE atau Firefox atau PDA dan memperlakukannya secara berbeda. Kebayangkan kalau layar sekecil PDA dicekokin halaman web standar yang gede?);

· Menampilkan seluruh halaman situs kita dengan hanya menggunakan satu layout. Kalau halamannya statis, kita harus membuat satu layout untuk satu halaman bisa bete tuh;

Bottom of Form

Namun sebelum kita mempelajari penggunaan khusus PHP, seperti biasa, kita perlu mulai dari yang sederhana dulu. Diawali dengan cara membuat blok program PHP dengan skrip sederhana berikut. Tolong tulis kode di bawah ini (yang berwarna merah itu) pake notepada aja yah. Terus simpan dengan nama prothelon.php. Jangan lupa saat menyimpan di kotak file name, nama file harus diapit dengan tanda kutip (“prothelon.php”) soalnya kalau tidak begitu, nanti ekstensinya akan jadi txt dan nama filenya jadi prothelon.php.txt. Skrip sederhana ini akan menampilkan tulisan “Anda berada di situs Prothelon!” pada browser anda.

<?php
print (“Anda berada di situs Prothelon!”);
?>

Kata-kata dalam tanda kurung adalah teks yang akan di tampilkan oleh browser, sedangkan sisanya merupakan kode PHP.

Tag <?php dan ?> merupakan awal dan akhir skrip, sedangkan karya-karya anda harus diletakkan di tengahnya. Gimana, dah ngerti? OK dah.

Dalam artikel selanjutnya kita akan mempelajari aturan-aturan dasar dalam menulis kode PHP yang harus anda ketahui sebelum anda menulis skrip PHP pertama anda termasuk cara ngegabungin PHP sama HTML. Jadi Kembalilah minggu depan OK?

Kalo butuh tempat praktek, kunjungi aja situs ini http://www.kursus-online.com.

Salam hangat.

Dasar-dasar PHP 3

Sambungan dari Dasar-dasar PHP 2
Sebagai permulaan, perlu diketahui bahwa kode-kode PHP anda akan diletakkan di dalam halaman HTML. Dan sama dengan HTML, kode-kode PHP dibuat dalam bentuk teks biasa. Dengan demikian, sebuah halaman yang menampilkan kata-kata “Anda berada di situs Prothelon!” akan berada di dalam sebuah halaman HTML yang harus bernama sesuatu.php.

Contoh halaman tersebut adalah sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
<html>
<head>
<title> Contoh Halaman PHP </title>
</head>

<body>

<font color=”red”>PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font>

<p>

<?php

print (“Anda berada di situs Prothelon!”);

?>

</body>
</html>

Nah, dengan contoh tersebut pasti sudah kelihatan bagaimana cara bekerjanya kan? HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML pada umumnya, tetapi semua yang berada di antara tag <?php dan ?> akan diproses sebagai PHP. Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser. Perhatikan bahwa jika anda menyimpan file dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti ini:
<?php

print (“Anda berada di situs Prothelon!”);

?>

Sedangkan jika anda menyimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya:
Anda berada di situs Prothelon!
Gitu….

Sintaks Dasar
Setalah anda memahami bagaimana sebuah kode PHP dan HTML dikawinkan dan diproses, sekarang saatnya bagi anda untuk menulis skrip PHP pertama anda. Aturan-aturan dasarnya secara singkat adalah sebagai berikut:

Penamaan File
Agar skrip PHP dapat bekerja, maka file tempat kode php kita berada harus diakhiri dengan ekstensi .php (versi-versi sebelumnya menggunakan ekstensi .php3 dan phtml). Dan sebagaimana HTML, file-file tersebut juga disimpan sebagai file teks biasa. (Artinya kita ndak butuh editor khusus kalau kepepet, cukup notepad. Namun perlu diingat bahwa notepad tidak memunculkan nomor baris yang akan kita perlukan saat melakukan debugging jika ada masalah dengan kode kita).

Komentar
Sangat penting untuk membiasakan menuliskan catatan tentang kode-kode anda dengan tag komentar, sehingga sifat manusiawi kita yang pelupa bisa terbantu jika suatu saat anda perlu mereview kembali kode-kode yang pernah anda buat. Cara untuk membuat komentar yang tidak ingin anda tampilkan atau eksekusi adalah dengan menambahkan “//” di awal baris atau mengapit komentar dengan “/*” dan “*/” jika perlu membuat komentar yang panjang:

<?php
// Baris ini akan diabaikan. Catatan untuk kita sendiri:
// Baca buku, makan es krim dan nge-game.
print (“Anda berada di situs Prothelon!”);
/*
Yang ini, juga akan diabaikan.
Dan jangan lupa untuk kembali ke situs ini setiap minggu
untuk melihat artikel/tutorial baru!
*/
?>

Sintaks Kode

Permulaan Kode
Semua bagian kode PHP dimulai dengan “<?php” (atau disingkat “<?” saja sudah cukup tergantung konfigurasi server).

Akhir Kode
Cara untuk menandakan bahwa kode PHP sudah berakhir adalah dengan menambahkan “?>” di akhir kode.

Penandaan Baris Program
Secara umum, setiap instruksi program diakhiri dengan tanda titik kome “;”. Artinya walaupun lebih dari 1 baris tetap akan dianggap satu baris instruksi program (lihat contoh di penjelasan tanda kurung di bawah).

Tanda Kurung
Secara umum, setiap fungsi PHP akan berbentuk seperti ini ….
print ( );

… di mana “print” adalah fungsi dan hal-hal yang perlu dikerjakan fungsi tersebut akan terletak di dalam tanda kurung., dan jangan lupa untuk mengakhiri dengan tanda titik koma (kesalahan tidak mengakhiri dengan titik koma ini paling sering terjadi pada pemula). Oh iya, sebelum lupa, echo() juga memiliki kegunaan yang sama dengan print().

Mirip dengan HTML, bentuk asli kode PHP anda (spasi, pergantian baris, dll)tidak akan mempengaruhi output –bagian kode yang memerintahkan browser mengenai cara menampilkan halaman anda. Sehingga, bagian kode berikut ini …

<?php
print (“Anda berada di situs Prothelon!”);
?>

… akan menghasilkan hal yang sama kepada:

<?php print (“Anda berada di situs Prothelon!”); ?>

Namun akan sangat baik untuk membiasakan diri menggunakan spasi dan tabs untuk mempermudah kita membaca program yang panjang. (Biasain yach…)

Gimana, masih semangat? Sudah siap menulis kode anda yang pertama? Yuk, datang lagi minggu depan untuk memulai. Kalo kamu perlu tempat prakte, cek aja situs ini http://www.kursus-online.com, semoga bermanfaat.

Salam hangat.

Dasar-dasar PHP 4

Dasar-dasar PHP 4 — Kode Pertama Anda
OK deh, sekarang kita coba menulis kode pertama kita. Tolong salin kode berikut ke sebuah file (pakai notepad aja bisa), dan tuliskan apa yang ingin anda tampilkan pada browser di antara tanda kutip.

“Print” dalam kode dibawah ini artinya tampilkan pada layar web browser saat anda membuka file tersebut:

<html>
<body>
<?php
print (“Anda berada di situs Prothelon”);
?>
</body>
</html>

Simpan file tersebut dengan nama apa saja tanpa spasi dan diakhiri dengan .php (perhatian para pengguna notepad:saat menulis nama file apitlah dengan tanda kutip), dan jika anda sudah menginstal server di komputer anda sendiri, anda harus menyimpannya di directory khusus tempat root web server anda (jika anda menggunakan phptriad lokasinya adalah c:\apache\htdocs).

Langkah berikutnya adalah membuka file pertama anda di browser. Ketik http://localhost/namafile.php untuk melihat hasil karya besar anda, dan ya, anda seharusnya melihat tulisan “Anda berada di situs Prothelon” (jangan gunakan file -> open, dan jangan lupa menyalakan server web anda. Untuk phptriad klik phptriad ->start apache).

Jika anda mencoba kode di server web di internet, FTP file anda ke root server web anda.

Ayo, sekarang coba dulu dan buat kode pertama anda bekerja. Kalau sudah berhasil, kembali lagi ke sini dan kita akan bermain-main lagi. (kalau belum berhasil, kontak kami saja).

Pesan Kesalahan

Asyik kan? Pasti kalau sukses, kalau tidak bete nih pasti. Apalagi ketemu error di skrip. Anda sangat mungkin akan mendapat error mirip seperti ini (habis, sering sih….dapat error model gini.):

Parse error: parse error in http://localhost/namafile.php on line 12

Pesan error ini sangat bermanfaat dan anda akan banyak bertemu dengan pesan tersebut, pesan error tuh mirip sama orang yang gak suka sama kita, hobinya ngritik terus, tapi kalau kritik itu kita manfaatkan untuk perbaikan, kita bisa mendapat manfaat. Sukurin tuh, orang yang ngritik kita, niat mencela, malah kia manfaatin. Anda akan memperoleh pesan seperti itu untuk tiap baris kode kita yang salah. Untuk kebutuhan kita, sebetulnya yg perlu kita ketahui adalah bahwa ada yg salah pada kode kita di baris 12. Langkah berikutnya tentu saja mengecek kode kita. Saat inilah mulai terasa repotnya pakai notepad. Harus ngitung baris. Makanya coba pakai editor lain, saya sendiri menyukai crimson editor. Untuk kebutuhan kita, kita hanya perlu tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan kode kita di baris 12, jadi mari segera kita lihat baris tsb, dan siapa tahu bisa mengetahui penyebabnya. Saya selalu mulai dengan melihat apakah sintaks dasar saya sudah benar, misalnya apakah saya sudah menuliskan ; di akhir baris, tag penutup, tanda kurung ?

Terusin Yah

Mari kita meneruskan kode kita dengan menambahkan beberapa bagian yang penting ke halaman terakhir kita tadi.
Dalam kode yang sudah anda tulis, tolong tuliskan beberapa baris lagi. Sebagaimana yang anda lihat, anda dapat menggabungkan lebih dari satu fungsi PHP dalam sebuah tag. Komentar dalam kode menjelaskan apa yang dilakukan setiap bagian:

<html>
<body>

Teks ini (atau HTML apapun yang ingin saya tulis) akan muncul pas sebelum kode-kode PHP.
<p><p>
<?php
// pertama, $PHP_SELF ini adalah
// sebuah variabel lingkungan yang akan menampilkan
// path dari folder root kedokumen
// ini, seperti /tutorial/nama_file.php.
// Kode ini dituliskan hanya biar keren aja.
// CATATAN: Ini hanya berlaku jika anda menggunakan server Apache.
print “$PHP_SELF”;
// berikutnya, kita harus menampilkan kode HTML
// apapun yang kita inginkan ke browser
// untuk membentuk
// layout halaman yang kita tampilkan.
// Dalam kasus contoh kali ini, kita akan menambahkan tag <p>,
// tag <p> dapat diletakkan
// dalam baris print yang sama seperti saat kita menuliskan
// teks “Anda berada di situs prothelon.com”
// di antara teks $PHP_SELF dan
// hal-hal lain berikutnya.
print (“<p>”); /* tag <p> digunakan untuk membuat paragraf baru*/
print (“Anda berada di situs prothelon.com”);
print (“<p>”);
/* fungsi “phpinfo” berikut ini akan menampilkan sebuah halaman yang panjang yang memberikan kita informasi mengenai konfigurasi versi PHP yang kita gunakan. Ini akan sangat berguna saat kita melakukan troubleshooting nantinya */
phpinfo();
?>
</body>
</html>

CATATAN: Phpinfo akan menghasilkan informasi yang sangat panjang mengenai versi PHP anda. Anda tidak perlu memeahami semua artinya, saya hanya ingin menunjukkan pada anda. Siapa tahu suatu saat memerlukannya.

Pengen belajar sambil praktek? Kunjungi aja situs ini.

OK. Sampai ketemu di bagian 5…..

Dasar-dasar PHP 5

Dasar-dasar PHP 5 — Variabel yang Flexible

Seperti yang sudah pernah saya sebutkan di bagian pertama, bahwa salah satu kemudahan menggunakan PHP adalah variabelnya itu lho! Sangat flexibel. Bagi yang sudah pernah belajar bahasa pemrograman sebelumnya, tentu tahu bahwa kita harus mendeklarasikan variabel yang akan kita gunakan dalam program kita di awal . Deklarasi meliputi nama variabel, jenisnya, panjangnya, global atau lokal, dll yang bikin pusiiiing. Nah kalau di PHP, kita tidak perlu mendeklarasikan variabel kita di awal program, perlu variabel, tinggal pakai. Gitu. Nah dalam bagian ini kita akan mempelajari mengapa kita perlu variabel, dan bagaimana cara menggunakannya di PHP. Percaya deh, gampang banget.

Baiklah, sampai saat ini, apa yang sudah kita lakukan hanyalah membuat PHP mencetak teks yang kita inginkan. Nah, apakah itu sudah cukup menjadikan kita sebagai programmer? Walah, ya belum. Untuk itu, mari sekarang kita masuk lebih dalam lagi dengan mengenal variabel yang merupakan tulang punggung PHP.

Sebuah variabel dapat anda bayangkan sebagai wadah yang digunakan untuk menampung satu atau beberapa nilai (bagi yang udah jago, skip aja nih paragraf). Variabel ini adalah tempat PHP menyimpan informasi dan meneruskannya ke dokumen lain, fungsi dan sebaginya. Anda yang pernah belajar matematika tentu pernah mengingat variabel dalam persamaan misalnya “ x+2=5”, dan x adalah variabel dengan nilai 3.

Alasan mengapa variabel begitu penting dalam PHP adalah kebutuhan mutlak dalam sebuah halaman web dinamis (halaman yang dapat merespon input dari user) bergantung pada data yang dikirimkan antara halaman web. Variabel merupakan mekanisme utama dalam pengiriman data seperti ini.

Kayaknya sih, cara paling mudah untuk menerangkan cara kerja variabel dalam PHP adalah dengan menunjukkan aksi mereka dalam kode-kode berikut ini. Namun sebelum itu, perlu diingat ada 3 hal yang dapat anda lakukan dengan variabel:

1. Memberi nilai pada mereka;

2. Mengupdate nilai dalam variabel, jika sudah di isi sebelumnya;

3. Mengakses mereka (membaca nilai dari variabel kita itu dan melakukan hal yang bermanfaat terhadap mereka)

Variabel dalam PHP dimulai dengan tanda dolar (“$”). Dalam kode di bawah ini , kita akan mengisi variabel, menggunakannya, kemudian mengupdate isinya untuk kemudian digunakan lagi. Nilai yang ada dalam variabel dapat diubah kapanpun kita mau.

1. <?php
2. $isi_variabel = “Ini isi awal variabel!”;
3. print (“Kita cetak isi variabel : $isi_variabel”);
4. print (“<p>”);
5. $utterance = “Ini isi Variabel setelah diupdate!”;
6. print (“Isi variabel setelah diupdate : $isi_variabel”);
7. ?>

Hasil dari kode tersbut adalah sebagai berikut:

Kita cetak isi variabel : Ini isi awal variabel!
Isi variabel setelah diupdate : Ini isi Variabel setelah diupdate!

Penjelasan kode tersebut adalah sebagai berikut. Pada baris kedua, saya membuat variabel yang saya putuskan bernama “isi_variabel”. Semua variabel dimulai dengan tanda dolar, sehingga variabel saya tadi ditulis menjadi “$isi_variabel”. Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai apa yang dikerjakan masing-masing baris.

Line 1 memberitahu browser : “Kode PHP mulai di sini”.
Line 2 buat variabel $isi_variabel sekaligus mengisinya dengan nilai awal berupa kalimat “Ini isi awal variabel!”.
Line 3 cetak kalimat pengantar untuk variabel $isi_variabel.
Line 4 membuat tag <p> dalam HTML untuk menambahkan spasi antar kalimat.
Line 5 Mengupdate isi variabel $isi_variabel dan mengisinya dengan kalimat “Ini isi Variabel setelah diupdate!”.
Line 6 cetak kalimat pengantara kedua untuk isi variabel $isi_variabel yang baru.
Line 7 ngasih tahu si Browser bahwa kode PHP sudah berakhir.

Anda sudah melihat bahwa variabel $isi_variabel digunakan sebagai semacam wadah yang dapat menampung nilai yang bermacam-macam (Kita juga bisa mengisi berbagai jenis variabel ke dalam variabel yang sama, misalnya setelah kita isi dengan variabel numeric, langsung bisa kita update isinya menjadi varaibel karakter. Hal ini umumnya tidak bisa dilakukan bahasa pemrograman lain). Kita baru saja mengisi variabel dan memanggil isinya dalam sebuah skrip yang sama, namun kekuatan PHP yang masih tersembunyi adalah bahwa kita dapat mengisi variabel kita di suatu tempat, misalnya sebuah form isian yang harus diisi pelanggan kita dan kemudian menggunakan variabel tersebut kemudian di halaman lain.

Sintaks untuk mengeset variabel adalah dengan:

· Mendefinisikannya dengan tanda = ($isi_variabel=”Ini isi awal variabel!”);

· Menggunakan tanda kutip jika megisinya dengan string atau huruf (“Ini isi awal variabel!”; angka tidak memerlukan tanda kutip);

· Akhiri setiap baris dengan titik koma.

Kemudian anda dapat memanggilnya denagn mengacu pada nama variabel ($isi_variabel pada baris 3 dan 6 – perhatikan bahwa saat memanggil variabel kita tidak menggunakan tanda kutip).

Penamaan Variabel

Anda dapat menamai sebuah variabel dengan nama apapun selama mengikuti aturan berikut ini:

· Dimulai dengan huruf;

· Terdiri dari huruf, angka dan karakter garis bawah (karakter _ seperti dalam $isi_variabel”);

· Bukan merupakan kata kunci PHP (misalnya print).

Hati-hati: nama variabel adalah case sensitif (sehingga variabel $prothelon akan berbeda dengan $PROthelon. Sebagai tips, anda sebaiknya membuat nama variabel yang memiliki arti tertentu sehingga anda lebih mudah memahaminya seandainya beberapa tahun kemudian terpaksa harus membaca kode tersebut.
Dalam contoh-contoh kita tadi, kita mengisi variabel dengan teks alias string. Variabel juga dapat menampung nilai berupa angka dan lainnya (obyek, array, booleans).
Catatan akhir: Satu hal yang biasanya menjadi pertanyaan adalah penggunaan tanda kutip. Kita bisa menggunakan tanda kutip tunggal maupun ganda untuk mengisi teks, misalnya:

print (“Saya berada di situs Prothelon!”);

Baris ini akan mencetak teks Saya berasa di situs Prothelon. Jika anda ingin agar tanda kutip yang kita sayangi itu ikut tampil, anda harus menambahkan karakter “\” di depannya yang memberitahukan PHP bahwa tanda kutip sesudahnya bukan merupakan bagian dari kode, melainkan bagian dari kalimat. Dengan demikian, jika anda ingin menampilkan tulisan “Saya berada di situs Prothelon!”, kode anda akan seperti ini:

print (” \”Saya berada di situs Prothelon!\”” );

Gitu.

Baiklah, cukup sampai di sini dulu yach. Sampai ketemu di bagian selanjutnya.

Salam hangat.

Dasar-dasar PHP 6 – PHP dan HTML

Dasar-dasar PHP 6 — Menggunakan PHP dan Form HTML

Hmmmm. Terima kasih atas tanggapan dari pengunjung mengenai situs ini melalui e-mail kami ( prothelo@prothelon.com This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it ). Semoga apa yang sudah disampaikan pada kami akan makin menambah kualitas situs ini.
OK deh Prothelors (maksudnya anda), kita lanjutkan tutorial kita dengan melihat bagaimana caranya untuk menggabungkan form HTML dengan kode PHP.

Dalam contoh-contoh kita sampai saat ini, kita sudah berhasil mengisi variabel dan menggunakannya dalam satu kode yang sama.Kayaknya hal ini agak kurang bermanfaat ya? Emang sih. Lha gimana nggak, daripada repot-repot masukin nilai yang kita inginkan, dilanjutkan dengan mencetak apa yang kita inginkan melalui variabel kita tadi, kan mendingan langsung aja tuh nyetak apa yang kita ibingkan tanpa menggunakan variabel, lebih singkat, cepat dan mudah. Jadi, gimana dong?

Makanya, sekarang ayo kita coba sesuatu yang lebih menarik, dan bisa menunjukkan kegunaan variabel kita tercinta dalam sebuah program. Caranya adalah dengan membuat sebuah form HTML untuk mengumpulkan input dari user, mengisikan input tersebut ke dalam variabel dan kemudian melakukan bermacam-macam hal dengan informasi yang kita kumpulkan tersebut. Maaf kalau cara penyampaiannya payah ya, tapi saya berharap paling enggak bisa tetap fun deh buat Prothelors dalam mempelajari PHP.

Baiklah, tanpa membuang waktu lagi, sekarang saatnya untuk membuat sebuah halaman web yang akan kita gunakan untuk menginput nama kita dan nama orang yang kita sukai dan kemudian menampilkannya secara bersamaan di halaman lain. Apa …… halaman lain? Ya, di halaman lain, ini yang membedakan dengan kode-kode kita sebelumnya, untuk itulah, mohon konsentrasi di bagian ini, karena ini sangat penting bagi perkembangan PHP anda di masa datang. Pahami betul bagaimana cara kita mengirimkan variabel kita dari satu halaman ke halaman yang lain yach…

Pertama-tama, kita buat dulu halaman formnya, halaman ini adalah halaman HTML biasa dengan FORM di dalamnya. Sesudah ini kita akan buat sebuah halaman lain (PHP) untuk memproses apa yang diinputkan dari halaman HTML kita ini. Kita namai dengan form_saya.html

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
<html>
<head>
<title>Form Saya</title>
</head>
<body>

<form action=”hasil_form_saya.php” method=post>

Nama saya adalah:
<br> <input type=”text” name=”NamaAnda”>

<p> Nama orang yang saya sukai:
<br> <input type=”text” name=”NamaDia”>
<p>

<input type=”submit” name=”submit” value=”Cocokkan!”>
</form>

</body>
</html>

Ini adalah sebuah form HTML biasa tapi mengandung beberapa hal penting yang perlu Prothelors semua pahami. Bagian-bagian pentingnya adalah:

Baris 7: HTML membaca action=”hasil_form_saya.php” yang menunjukkan pada browser file PHP mana yang akan memproses hasil form kita. Implikasinya, beberapa saat lagi anda harus membuat sebuah file yang bernama hasil_form_saya.php yang merupakan mesin kecil yang bertugas untuk menampilkan hasil input di form kita. (Jangan khawatir, kita akan membahas method=post belakangan)

Baris 10: input type=”text” menentukan jenis elemen form apa yang kita inginkan,dalam kasus kita ini adalah sebuah inputan teks atau text box (kita juga bisa mendefinisikannya sebagai radio button, check box, dll); name=”NamaAnda” artinya adalah bahwa apapun yang kita ketikkan ke dalam text box kita tadi akan mengisi sebuah variabel yang bernama “NamaAnda”. Inilah yang menghubungkan antara form dan variabel – setiap field dalam sebuah form dapat digunakan untuk mengisi variabel untuk kemudian kita gunakan sesuka kita (asik ya?).

Baris 13: di baris ini, kita memiliki sebuah teks input yang akan kita gunakan untuk mengisi variabel lain yang kita beri nama “NamaDia” yang merupakan nama orang yang kita sukai.

Baris 16, 17: Kode ini membuat sebuah tombol submit dengan tulisan “Cocokkan!” (maksudnya adalah coba cocokkan nama anda dengan nama orang yang anda sukai). Dan berakhirlah form kita.

nah, tugas form kita itu adalah mengumpulkan informasi nama anda dan nama orang yang anda sukai (tentu saja saat praktek, anda harus memasukkan nama-nama tersebut ke dalam form) dan mengisikannya ke dalam variabel masing-masing. Setelah itu ngapain ya? Berikutnya tentu saja adalah membawa dan menampilkan variabel yang sudah terisi dengan nama-nama tersebut dalam bentuk yang berbeda di …… ya, di halaman lain.

Masih inget kan, bahwa pada baris 7 kode HTML di atas, kita memberitahu form kita agar menuju atau mengeksekusi file hasil_form_saya.php begitu kita klik tombol submit (yang bertuliskan Cocokkan! itu). Berikut ini kira-kira isi file hasil_form_saya.php:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
<html>
<head>
<title>Sayang Sekali!</title>
</head>
<body bgcolor=”#FFFFFF” text=”#000000″>
<p>
Kayaknya <?php print $NamaAnda; ?>
<p>
gak bakalan bisa jadian sama <b> <?php print $NamaDia; ?> deh!?! </b>
<p>Cobalah berusaha lebih keras ya…siapa tahu ada kesempatan.
</body>
</html>

Gimana, udah ngerti ya bagaimana caranya form kita mengirimkan sebuah variabel dari form kita itu ke sebuah file PHP?

Perhatikan bahwa pada file hasil_form_saya.php kita sebuah variabel dipanggil dengan menambahkan tanda $ ($NamaAnda) di depan variabel yang kita definisikan pada file HTML form_saya.html sebelumnya (NamaAnda).

Get vs Post

Kita sudah menggunakan metode “Post” untuk mengirimkan data form dengan cara yang berbeda menggunakan metode lain yaitu “Get”. Ingat, ini merupakan bagian dari form kita di mana tertulis <form action=”hasil_form_saya.php” method=post>.

Perbedaan antara kedua metode ini adalah bahwa metode post secara transparan mengirimkan semua informasi yang sudah dikumpulkan oleh halaman form kita, sedangkan metode Get akan mengirimkan semua informasi itu sebagai bagian dari URL (dalam contoh form kita tadi, akan seperti ini: http://localhost/hasil_form_saya.php?NamaAnda=panjul&amp;
NamaDia=cinta&submit=Cocokkan%21 — Perhatikan bagaimana informasi yang sudah dimasukkan user mengenai namanya dan nama orang yang disukainya ditambahkan pada URL? Ini akan sangat membantu nanti jika anda sudah mempelajari cara pengiriman variabel antar halaman lebih lanjut).

Baiklah untuk bagian ini kita akhiri dulu ya, dan akan kita lanjutkan lagi ke bagian 7 yang akan membahas mengenai senjata tambahan sebuah variabel, yaitu Array. Terima kasih atas kunjungannya dan kembalilah lagi jika anda sudah sempat untuk mempelajari lebih lanjut mengenai PHP ini. Jangan lupa untuk mendaftar sebagai anggota, sehingga anda akan bisa mendapat berbagai informasi penting dari kami.

Salam hangat.

Dasar-dasar PHP 7 – Array

Mempelajari array sangat penting dalam pembuatan program karena sangat menambah tingkat fleksibilitas sebuah variabel, itulah sebabnya, saya menyebutnya senjata tambahan dalam menggunakan variabel (yang sudah anda kuasai dalam bagian sebalumnya, kan?). Contoh yang dapat anda lakukan dengan array adalah melakukan transpose data ke bentuk yang kita inginkan, memanipulasi data dari database, dll. Tertarik ? Silahkan baca lebih lanjut….

Array membuat anda dapat menyimpan tidak hanya sebuah nilai ke dalam variabel, melainkan seluruh nilai yang anda inginkan ke dalam sebuah variabel. Keren ya? Iya deh pasti, tapinya pasti timbul pertanyaan, emang kenapa kok kita harus melakukan hal itu kan? Tenang aja, kita akan membahas hal itu.

Jika saya ingin membuat sebuah daftar yang berisi nama semua binatang yang ada di rumah saya, saya dapat memasukkan masing-masing ke dalam sebuah variabel yang terpisah. Misalnya, saya punya 2 ekor jerapah bernama Diana dan Bejo, serta seekor cicak yang bernama Sawiyah (sayang dia sudah mati dimakan kucing). Kita akan mencoba mengisikannya masing-masing ke dalam sebuah variabel:

$jerapah1 = “Diana”;
$Jerapah2 = “Bejo”;
$cicak = “Sawiyah”;

Dengan array, kita dapat menyimpan semua isi variabel tersebut ke dalam sebuah variabel misalnya kita beri nama $hewan. Setiap elemen variebal akan memiliki “penanda” sendiri (dapat berupa angka atau huruf) yang digunakan untuk mengakses bagian array tertentu.

Saya akan coba jelaskan konsep “penanda” dengan cara lain: Jika kita menyimpan 3 buah variabel yang berbeda ke dalam sebuah variabel (seperti menyimpan Diana, Bejo dan Sawiyah ke dalam $hewan), kita memerlukan suatu cara untuk mengambil kembali bagian tertentu (misalnya Diana saja) untuk kita gunakan selanjutnya. Sebuah array secara otomatis akan menomori setiap elemen yang membentuka array tersebut, sehingga penandanya dapata berupa elemen 1, elemen 2 dan elemen 3. Atau, sebagaimana yang akan kita lihat nanti, kita dapat menamai setiap bagian array menggunakan teks. Dalam kasus kita kali ini, kita bisa saja menandai masing-masing elemen $hewan dengan penanda “jerapah pendak”, jerapa tinggi” dan “cicak” untuk kemudian menggunakan penanda tersebut untuk mengenali setiap anggota array.

Baiklah, kita coba saja membuat array sederhana dan kemudian menggunakannya. Cara paling mudah untuk mebuat array adalah menggunakan fungsi array(), yang akan mengisi array kita dengan variabel yang kita inginkan. Contoh :

$hewan = array ( “Diana”, “Bejo”, “Sawiyah” );

Perintah ini akan menyimpan semua nama hewan kesayangan kita itu ke dalam sebuah variabel ($hewan), dan otomatis mengalokasikan sebuah nomor “penanda” ke setiap elemen array secara berurutan dimulai dari 0 (mohon diingat, mulai dari 0, agar tidak bingung saat menggunakan array untuk memanipulasi variabel kita nantinya). Dengan demikian, Diana adalah elemen [0]. Bejo [2] dan Sawiyah [2]. Kita memberikan nama array sesuai keinginan kita ($hewan).

Anda sekarang sudah bisa mangambil bagian array yang kita inginkan dengan mengacu pada nama bariabel diikuti dengan nomor elemen dalam tanda kurung siku ($hewan[0] akan berisi Diana). Sekarang kita coba melihat array kita beraksi:

<?php

print “$hewan[2]”;

?>

Kode ini cuma akan menampilkan isi dari elemen ketiga dalam variabel $hewan yaitu Sawiyah (sekali lagi ingat, bahwa nomor array dimulai dengan angka 0, sehingga elemen ketiga adalah $hewan[2], OK?).

Cara lain untuk membuat array atau bahkan menambah anggota array adalah dengan menambah array secara terpisah::

$hewan[] = “Diana”;
$hewan[] = “Bejo”;
$hewan[] = “Sawiyah”;

Cara ini akan memberikan hasil yang sama dengan saat kita menggunakan fungsi array(). Dengan cara ini kita juga bisa manambahakan nama kucing tetangga ke dalam array kita ini, misalnya namanya Belang dengan cara yang sama:

$hewan[] = “Belang”;

Anda tidak perlu khawatir, PHP sudah lulus SD. Dia sudah bisa menghitung jumlah elemen yang ada sehingga dapat memberikan penanda elemen yang pas untuk isi variabel kita yang baru. Artinya, si Belang akan mendapat nomor elemen [3].

Untuk mengingatkan lagi tentang konsep array ini, kita ingat kembali bahwa kita dapat mengisi array dengan nama hewan peliharaan kita (dan tetangga kita) dengan dua cara, yaitu:

$hewan[] = “Diana”;
$hewan[] = “Bejo”;
$hewan[] = “Sawiyah”;
$hewan[] = “Belang”;

atau dengan cara:

$hewan = array ( “Diana”, “Bejo”, “Swaiyah”, “Belang” );

Keduanya akan diindeks oleh komputer dengan nilai sebagai berikut

$hewan[0] = “Diana”;
$hewan[1] = “Bejo”;
$hewan[2] = “Sawiyah”;
$hewan[3] = “Belang”;

Dan dalam kedua kasus tersebut, kita dapat mengambil elemen manapun dalam array kita dengan menambahkan nomor penandanya…. Misalnya:

<?php
print “$hewan[3]”;
?>

… akan menampilkan Belang ke browser kita.

Array dapat dibuat untuk mengerjakan berbagai macam hal, misalnya mengurutkan berdasarkan abjad, menampilkan dalam berbagai kategori yang berbeda, dan masih banyak lagi.

OK. Kita akan lanjutkan lagi pada bagian barikutnya. Yang akan membahas mengenai array yang sedikit lebih kompleks yaitu array asosiatif. Makasih udah mambaca tutorial ini . Semoga bermanfaat dan salam hangat.

Dasar-dasar PHP 7: Array Con’t

Array Asosiatif

Dalam tulisan sebelumnya, kita sudah belajar tentang array. Jika anda sudah siap untuk mempelajari array yang lebih rumit, silahkan baca tutorial ini. Array asosiatif mengindeks elemen di dalamnya menggunakan nama yang kita tentukan dan bukan menggunakan nomor seperti yang sudah pernah kita pelajari.

Cara membuatnya adalah menggunakan fungsi array. Dalam fungsi array, kita bisa mengeset sepasang atribut sebagai nama elemen dan nilai elemen itu sendiri menggunakan gabungan “=” dan “>”, misalnya: nama_elemen=>”nilai”. Contoh riilnya adalah sebagai berikut:

$pacarku = array (

nama=>”Juwita”,

Sifat=>”Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung”,

rambut=>”panjang terurai”,

umur=>17

);

Di sini, kita membuat array bernama pacarku, dengan nama elemen “nama”,”Sifat”,”rambut” dan “umur”; dan kita mengisi masing-masing nama elemen tersebut dengan nilai (nama diisi dengan “Juwita”, Sifat”Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung”, dan seterusnya).

Setelah array kita buat, kita dapat mengambil bagian manapun dari array tersebut dengan menggunakan “nama elemen” yang sudah kita alokasikan, contoh:

print $pacarku[nama];

akan memberikan kita nilai Juwita. Kita dapat juga mengeset setiap nama elemen secara sendiri-sendiri, misalnya:

$pacarku[nama] = “Juwita”;
$pacarku[Sifat] = ” Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung “;
$pacarku[rambut] = “panjang terurai”;
$pacarku[umur] = 17;

Sebelum topik array ini berakhir, mari kita buat sedikit lebih rumit. Kita akan menggunakan kekuatan array yang sebenarnya dengan membuat array multi dimensi (kali kayak dimensi ruang dan waktunya Einstein ya?). Sebuah array multi dimensi adalah array (misalnya pacar-pacar kita) yang terbuat dari array yang lain (yaitu array-array setiap pacar kita, berisi nama, sifat dan umurnya).

Kita membuat array multi dimensi dengan membuat sebuah array:

$hewan = array

(

);

…dan kemudian kita isi array tersebut dengan array-array hewan di rumah kita yang sudah kita definisikan nama elemennya seperti ini:

$pacarku = array (

array ( nama=>”Rosa”,

sifat=>”Baik Hati”,

umur=>17 ),

array ( nama=>”Ruby”,

sifat=>”Tidak Sombong”,

umur=>27 ),

array ( nama=>”Sri”,

sifat=>”Rajin Menabung”,

umur=>37 ),

array ( nama=>”Nety”,

sifat=>”Pemalas”,

umur=>15 )

);

Untuk menggunakannya, kita dapat mengambil setiap bagian informasi dari array kita tersebut dengan menyebut nama array ($pacar), nomor dari sub-array yang kita inginkan (Rosa adalah [0], Ruby dengan [1], dst) dan kemudian menyebut nama elemen untuk atribut yang kita inginkan (nama, sifat dan umur). Ngomong-omong, kalau melihat daftar pacarnya, pasti dia orang yang hobi berpetualang, dari yang daun muda sampai yang tua disamber semua. Payah.

Untuk mengetahui umur Nety, kita akan menuliskan seperti ini:

print $pacar[3][umur];

Berikut ini adalah keseluruhan kode yang sudah kita buat tadi. Semua kita buat dalam satu halaman, namun perlu diingat bahwa anda dapat mengeset array di suatu tempat (katakanlah dalam kode atau fields di form yang berada di halaman lain atau dalam database) dan mengambil informasi yang ada di dalamnya dari tempat lain. Di dini kita akan meletakkan semua dalam satu halaman agar anda dapat melihat semuanya sekaligus.

<html>

<head>

<title>Array Pacar</title>

</head>

<body>

<?php

$pacarku = array (

array ( nama=>”Rosa”,

sifat=>”Baik Hati”,

umur=>17 ),

array ( nama=>”Ruby”,

sifat=>”Tidak Sombong”,

umur=>27 ),

array ( nama=>”Sri”,

sifat=>”Rajin Menabung”,

umur=>37 ),

array ( nama=>”Nety”,

sifat=>”Pemalas”,

umur=>15 )

);

print $pacar[2][“sifat”];
print (“<br>”);
print $pacar[3][“umur”];

?>

</body></html>

akan menampilkan :

Rajin Menabung

15

Apa yang sudah kita lakukan adalah membuat array yang mengandung sub array untuk setiap pacar kita yang berisi informasi detil tentang mereka; kemudian menampilkan sebuah kalimat yang menggunakan sifat dan umur dari 2 pacar kita yang terakhir.

Sudah…sudah masalah array kita sudahi sampai di sini dulu yach. Kalau masih bingung kontak aja prothelord di prothelo@prothelon.com. This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it Silahkan latihan dulu dan kembali lagi jika sudah lihai, OK?

Dalam bagian 8 kita akan membahas masalah operator. Ini merupakan topik yang penting karena merupakan inti sebuah program di mana kita bisa membuat percabangan yang membuat program kita bisa “berpikir dan mengambil keputusan” berdasarkan suatu input.

Salam hangat
Dasar-dasar PHP 8 – Operator If, Else dan Elsif

Sekedar mengingatkan, sampai saat ini anda sudah memiliki beberapa ketrampilan dasar dalam olah PHP yaitu cara membuat program PHP, Variabel dan Array. Dengan variabel anda sudah dapat menghubungkan antar halaman PHP, ditambah dengan array, maka nampaknya anda sudah memiliki semua pengetahuan tentang PHP, khan? Belum…. Masih banyak yang bisa kita pelajari. Salah satu bagian penting adalah mempelajari operator, yang dalam bagian ini operator yang akan dibahas adalah If dan else. Mengapa operator itu penting? Karena merekalah yang memungkinkan sebuah program dapat memutuskan dan “berpikir” (tentu saja sesuai yang telah kita tentukan).

Kemampuan sebuah program dalam mengambil keputusan inilah yang diperlukan dalam membuat sebuah web site yang dinamis dan pandai, yaitu membuat sebuah program yang dapat mengambil keputusan berdasarkan bermaca-macam input dari user, kondisi user (misalnya browser apa yang dipakai seorang pengunjung ?), maupun informasi yang anda tentukan sendiri. Contohnya bisa saja seperti ini:

· Setelah seorang pengunjung memasukkan sebuah alamat email, mengecek apakah formatnya benar (mis.: siapa@dimana.com This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it ) dan jika tidak segera menampilkan sebuah halaman yang mengatakan “Maaf, mbok kalo memasukkan alamat email itu yang betul to”

· Mengetahui apakah seorang pelanggan telah memasukkan login dan password yang tepat.

· Dan masih banyak lagi, pokoknya kemungkinannya tidak terbatas lah.

Siap? Ayo kita mulai!

If
Cara untuk membuat halaman anda menjadi “pandai” adalah dengan menggunakan perintah If, Else dan Elseif yang disertai operator-operator logika dan perbandingan. Yang paling penting adalah perintah if, yang memungkinkan anda bisa membuat kode seperti ini:

Jika sebuah kondisi benar, maka kerjakan sesuatu;
Jika kondisi tersebut salah, maka abaikan saja;

Sintaks untuk pernyataan di atas adalah sebagai berikut:

if (kondisi) {
// Tulis kode yang ingin anda eksekusi jika kondisi benar di sini
}

Berikut adalah contoh yang lebih riil. Pertama kita akan mengeset variabel $WarnaKesukaan dengan biru (baris 3). Kemudian kita akan mengatakan ”Jika WarnaKesukaan adalah biru, maka tampilkan ’Saya juga suka warna biru lho!’”

<?php

$WarnaKesukaan = “biru”;

if ($WarnaKesukaan == “biru”) {
print (“Saya juga suka warna biru lho!”);
}
?>

Else
Else merupakan bagian dari perintah if, untuk mengatakan hal sebagai berikut:
Jika sebuah kondisi benar, maka kerjakan sesuatu;
atau, jika kondisi pertama tidak benar, maka kerjakan hal yang lain ini.

Contoh:

if (kondisi) {
// Tulis kode yang ingin anda eksekusi jika kondisi benar di sini
} else {
// Tulis kode yang ingin anda eksekusi jika kondisi salah di sini
}

Berikut contoh riil kelanjutan dari yang tadi:

<?php
$WarnaKesukaan = “kuning”;

if ($WarnaKesukaan == “biru”) {
print (“Saya juga suka warna biru lho!”);
} else {
print (“Anda tidak suka biru?! Dasar!”);
}
?>

Apa yang anda lihat di atas adalah format umum dalam menulis pernyataan tersebut. Kuncinya adalah untuk melihat di mana tuh letak kurung keriting eh kurawal sehingga anda tidak bingung misalnya perintah mana yang merupakan bagian kode tertentu. Dalam kode di atas, pasangan { dan } pertama adalah milik ”if”, sedangkan { dan } kedua milik ”else”.

Jika punya masukan atau ingin berkontribusi tulisan silahkan konatk kami di prothelo@prothelon.com This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

Kalau sempat tolong isi tuh pooling yah.

Makasih.

Salam Hangat.

Prothelord

Dasar-dasar PHP 9 : Operator Perbandingan dan logika

Untuk melengkapi ilmu kita tentang operator percabangan, kita perlu mengetahui di dalam if kita bisa memakai apa saja. Nah, untuk itu kita akan mempelajari tentang operator. Siap ?

Kita sudah melihat bagaimana penggunaan tanda “=” saat kita mengisi variabel dalam skrip yang sudah kita tulis (misalnya $WarnaFavorite=”biru”). Tanda sama dengan tersebut disebut dengan “assignment operator” dan merupakan operator paling sederhana yang sudah kita miliki: $a = b berarti “variabel a diisi dengan nilai b (untuk saat ini)”.

Tetapi anda dapat memperoleh lebih banyak dari PHP dengan apa yang disebut dengan “comparison operator” (operator perbandingan) , “logical operator” (operator logika) dan “arithmetic operator” (operator aritmatika). Berikut adalah operator-operator tersebut diambil dari PHP.net

Operator Perbandingan

Operator ini membuat anda bisa melakukan pembandingan apakah beberapa elemen sama, identik, kurang dari atau lebih besar dari yang lain.

Contoh
Name
Result

$a == $b
Sama dengan
BENAR jika $ a sama dengan $b.

$a === $b
Identik
BENAR jika $a sama dengan $b, dan keduanya memiliki tipe yang sama.

$a != $b
Tidak sama dengan
BENAR jika $a tidak sama dengan $b.

$a <> $b
Tidak sama dengan
BENAR jika $a tidak sama dengan $b.

$a !== $b
Tidak identik
BENAR jika $a tidak sama dengan $b, atau tidak memiliki tipe yang sama.

$a < $b
Kurang dari
BENAR jika $a kurang dari $b.

$a > $b
Lebih besar dari
BENAR jika $a lebih besar dari $b.

$a <= $b
Kurang dari atau sama dengan
BENAR jika $a kurang dari atau sama dengan $b.

$a >= $b
Lebih besar dari atau sama dengan
BENAR jika $a lebih besar dari atau sama dengan $b.

Kesalahan yang cukup sering saya lakukan adalah menggunakan operator assignment (“=”) untuk membandingkan, sehingga untuk mambandingkan apakah 2 variabel sama atau tidak dalam sebuah percabangan saya tuliskan:

If ($a = $b)

Yang seharusnya

If ($a == $b)

Operator Logika

Di sini anda dapat membandingkan elemen-elemen menggunakan pembandingan logika and dan or.

Contoh
Nama
Hasil

$a and $b
And
BENAR jika baik $a dan $b keduanya BENAR.

$a or $b
Or
BENAR jika salah satu dari $a atau $b BENAR.

$a xor $b
Xor
BENAR jika salah satu dari $a atau $b BENAR, tetapi tidak keduanya.

! $a
Not
BENAR jika $a tidak BENAR.

$a && $b
And
BENAR jika baik $a dan $b keduanya BENAR.

$a || $b
Or
BENAR jika salah satu dari $a atau $b BENAR.

Operator Aritmatika

Persis seperti namanya, operator ini melakukan matematika dasar (artinya, kalau anda menginginkan operasi matematika lainnya misalnya integral atau differensial ya harus bikin sendiri, lagian siapa yang mau pake ya?)

Contoh
Nama
Hasil

$a + $b
Penjumlahan
Jumlah $a dan $b.

$a – $b
Pengurangan
Selisih $a dan $b.

$a * $b
Perkalian
Perkalian $a dan $b.

$a / $b
Pembagian
Pembagian $a dan $b.

$a % $b
Modulus
Sisa $a dibagi $b.

OK, sampai di sini dulu untuk urusan operator ini. Nest, kita akan belajar tentang Loop. Please jangan lupa, kalau sempat tulis komentar anda pada kami dan tolong isi pooling.

Terimakasih.

Salam hangat.

Dasar-dasar PHP 10 — Hula Loops

Saat ini anda seharusnya sudah tahu mengenai operator apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam tanda kurung pada if yaitu operator lohika dan operator perbandingan. Nah, sekarang kita akan mempelajari bagaimana operator-operator tersebut dapat digunakan pada hal-hal lain misalnya membuat looping. Dalam tutorial kali ini kita akan mempelajari penggunaan operator tersebut dalam while. Mari kita mulai….

Loop sangat bermanfaat dan praktis. Dengan loop, program anda dapat melakukan sebuah pekerjaan secara berulang secara otomatis (dan tentu saja menentukan berapa kali sebuah pekerjaan harus dilakukan sebelum berhenti). Loop memiliki instruksi untuk “tetap melakukan beberapa baris kode secara berulang sampai suatu kondisi tertentu terpenuhi”. Anda dapat menggunakan lebih dari satu jenis loop. Nah, dalam tutorial kali ini kita hanya akan membahas mengenai loop yang sangat dasar yaitu menggunakan “while”.

Loop while dapat digambarkan sebagai berikut:

while (sesuatu benar) (baca: saat suatu kondisi adalah benar…)

{

// lakukan sesuatu yang anda tentukan

}

Loop yang menggunakan While ini sering digunakan bersamaan dengan increment dan decrement sebuah variabel integer. Whalah, maksudnya apa tuh? Artinya…..bahwa anda dapat memiliki skrip penambahan (atau pengurangan) sebuah nomor (1,2,3, dst) dari dari bagian sebuah skrip yang dilewati, sampai angka-angka tersebut mencapai suatu nilai maksimum atau minimum yang anda tentukan.

Jadi, jika anda ingin sebuah skrip menampilkan angka 1 sampai dengan 10, anda dapat dapat mengatakan seperti ini:

a. Variabel $AngkaSaya = 1;

b. Tampilkan $AngkaSaya;

c. Tambahkan 1 ke $AngkaSaya;

d. Kembali ke langkah a. dan kerjakan skrip ini lagi dengan nilai $AngkaSaya yang baru;

d. Berhenti saat $AngkaSaya mencapai nilai 11;

Sintaks untuk melakukan increment dan decrement terhadap sebuah variabel adalah sebagai berikut::

$a++;
Tambahkan 1 kepada nilai variabel $a setiap kali lewat

$a–;
Kurangi 1 kepada nilai variabel $a setiap kali lewat

Setelah mengetahui hal itu, mari kita coba membuat kode yang akan ssecara otomatis menampilkan angka 1 s.d 10:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
<?php

$AngkaSaya = 1;

while ($AngkaSaya <= 10)

{

print (“AngkaSaya”);

$AngkaSaya++;

}

?>

baris 1: mulai kode PHP;
baris 3: Isi nilai variabel $AngkaSaya dengan 1;
baris 5: Awali loop “while”: Ketika variabel $AngkaSaya kurang dari atau sama dengan 10, kerjakan hal di bawah ini, atau jika tidak keluar dari loop;
baris 9: tampilkan nilai $AngkaSaya saat ini;
baris 11: tambahkan 1 kepada nilai $AngkaSaya;
baris 15: Akhir kode PHP.

(Tentu saja anda dapat juga menampilkan angka 1 s.d 10 dengan melakukan print angka 1 hingga 10, tapi dengan loop ini jauh lebih praktis dan pendek. Coba aj banyangin kalo kita harus nulis program untuk menampilkan angka 1 s.d sejuta, bisa teler tuh)

Untuk membuat loop anda dapat menggunakan operator-operator yang pernah kita pelajari dalam bagian 9 terdahulu, sebagai batasan atau ketentuan kondisi yang harus dipenuhi untuk menghentikan sebuah loop. Gunakanlah secara kreatif untuk memperoleh hasil optimal.

Loop-loop Lain

PHP memiliki jenis-jenis loop yang lain, namun di luar cakupan tutorial ini. Jika anda ingin mempelajari mereka dan bagaimana cara menggunakannya, klik link di bawah ini dan pelajari di PHP.net (tentu saja dalam bahasa Inggris):

· do..while loop

· for loop

· foreach loop

OK, untuk masalah per-loop-an ini kita akhiri di sini, semoga bermanfaat. Silahkan kembali lagi untuk mempelajari mengenai Fungsi di bagian selanjutnya. Jika ada waktu, mohon kirimkan komentar anda dan isi pooling di kanan atas yach. Terima kasih dan Salam hangat selalu.

Dasar-dasar PHP 11: Menguasai Fungsi (bag 1)

Gimana? Dah mulai BeTe ? Sebaiknya jangan karena sudah tiba saatnya kita mempelajari bagian akhir dari tutorial PHP ini. Dalam bagian akhir ini kita akan mempelajari mengenai fungsi. Fungsi kita perlukan untuk mempermudah kita dalam mengulangi pekerjaan yang sama tanpa harus menuliskan kode yang panjang. Lalu apa bedanya dengan loops yang sudah pernaha kita pelajari? Bukankah loop juga dapat melakukan pekerjaan yang sama? Tentu saja berbeda, dalam loop kita hanya dapat mengulangi perkerjaan yang sama pada bagian kode yang sama, sedangkan dengan fungsi, kita dapat mengulangi pekerjaan yang sama tersebut di bagian manapun dari kode kita. Tertarik? Silahkan baca lebih lanjut. Setelah ini kita akan sampai pada bagian penutup dari tutorial kita.

Jika anda sudah cukup sering menggunakan HTML, anda pasti tahu bahwa HTML merupakan bahasa yang memiliki banyak keterbatasan yang rasanya kok dibuat pada jaman batu, sebelum kita semua mengetahui kemampuan Internet yang sesungguhnya.

PHP, di sisi lain sangat fleksibel. PHP tidak hanya memiliki banyak fungsi built ini yang membantu kita dalam mengerjakan banyak hal mulai dari mengurutkan secara alfabet sampai mengirimkan e-mail, menghubungkan database dan lain sebagainya. Di luar fungsi-fungsi built in tersebut, kita masih dapat membuat fungsi kita sendiri sesuai kebutuhan situs kita. Fungsi buatan kita akan dieksekusi oleh PHP sama seperti dia mengeksekusi fungsi built in PHP, hanya saja fungsi tersebut milik anda sendiri. Berikut ini kita akan melihat bersama bagaimana cara membuat fungsi kita sendiri dan merasakan kegunaannya.

Fungsi yang anda buat dapat dibayangkan seperti mesin kecil yang melakukan sesuatu untuk anda. Setelah anda buat, anda dapat memanggil fungsi itu sesuai kebutuhan.

Anda akan melihat kembali struktur kode pertama kita yang hanya berisi perintah “print” sebagai berikut:

<?php

print (“apapun yang ingin anda tampilkan di layar”);

?>

Fungsi yang anda buat dibangun berdasarkan bentuk yang yang sama, hanya dibuat lebih keren dengan struktur seperti ini:

<?php

function FungsiSaya ()

{

perintah-perintah yang membangun fungsi;

}

?>

Jadi, anda memulai sebuah fungsi dengan kata function NamaPilihanAnda (), dengan NamaPilihanAnda() dapat bernama apa saja (tanpa spasi).
Kemudian anda definisikan aturan-aturan fungsi dalam kurung kurawal sesudahnya ({ dan } pada baris 5 dan 9 itu loh).
Mari kita mencoba membuat beberapa fungsi. Fungsi dapat dibuat 2 macam, yang memerlukan argumen dan yang tidak. Sebuah argumen adalah variabel yang datang dari luar fungsi, tetapi diperlukan oleh fungsi untuk bekerja.

Mari kita lihat contoh fungsi yang tidak memerlukan argumen:

<?php

function FungsiPertamaku()

{

print “<b>Ini Fungsi Pertamaku!</b>”;

}

FungsiPertamaku();

?>

baris 1: mulai PHP;
baris 3: membuat fungsi FungsiPertamaku;
baris 5: mulai definisi fungsi FungsiPertamaku;
baris 7: definisi FungsiPertamaku adalah menampilkan kalimat “Ini Fungsi Pertamaku!” di antara tag-tag <b> dan </b>;
baris 9: akhir definisi FungsiPertamaku;
baris 11: memanggil fungsi FungsiPertamaku (artinya “lakukan hal-hal yang kita definisikan dalam fungsi”);
baris 13: tutup PHP;

Di manapun dalam halaman web anda tersebut anda tuliskan “FungsiPertamaku();” di antara tag <? Dan ?>, dia akan menampilkan kalimat pendek yang sudah anda definisikan sebelumnya. Gimana, sudah keliatan kan kegunaannya untuk melakukan pekerjaan berulangkali dengan menghemat tenaga kita dalam menuliskan kode?

OK, sampai di sini dulu yach. Jika tidak keberatan mohon disempatkan kirim komentar atau isi pool di kanan atas. Dalam tutorial berikutnya kita akan mencoba membuat fungsi yang memerlukan argumen. Stay tuned….

Salam Hangat.

Prothelord.

Dasar-dasar PHP 11: Menguasai Fungsi (bag. 2)

Pada tutorial yang lalu, kita sudah berkenalan dengan fungsi sederhana. Nah sekarang mari kita coba hal agak lebih rumit, dan membuat sebuah fungsi yang menggunakan argumen.

Sebagai kasus, bayangkanlah saya menjadi seorang rentenir dan akan meminjamkan uang pada anda untuk membeli sebuah mobil mewah yang sangat anda inginkan. Nah, saya akan meminjamkan uang pada anda, tetapi anda harus membayar bunga sebesar 10% per bulan. Dan jangan lupa, kalau anda gak bayar, saya akan menyewa tukang pukul untuk menagih pada anda.

Saya akan membuat fungsi yang kita sebut dengan PembayaranBunga, yang menghitung kewajiban bulanan anda untuk membayar (samapai anda melunasi semua hutang anda).

Pertama, kita akan membuat sebuah halaman form tempat kita memasukkan jumlah pinjaman yang anda inginkan. Kita akan memasukkan harga mobil mewah anda tadi di form tersebut, dan angka tersebut akan dikirimkan ke form lain sebagai sebuah variabel yang kita beri nama $Pinjaman (masih ingatkan cara mengirimkan variabel antar file, kalau lupa silahkan lihat bagian-bagian awal tutorial dasar PHP ini.

Berikutnya, fungsi kita akan mengambil jumlah pinjaman dalam variabel $Pinjaman tersebut, dan menghitung 10% dari nilai di dalamnya yang harus dibayar peminjam tiap bulan. Hal ini akan kita kerjakan dalam file php yang kita beri nama “proses_pinjaman.php” yang diacu oleh halaman form tempat kita mengisi jumlah pinjaman (hal ini dilakukan dengan menambahkan baris berikut dalam file form html kita <form action=”proses_pinjaman.php” method=post> ). Berikut ini adalah skrip fungsinya:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
<html>
<head>
<title>Pinjaman</title>
</head>

<body>

<?php

$suku_bunga = .10;

function HutangAnda($pinjaman, $suku_bunga) {

$pembayaran_bulanan = ($pinjaman*$suku_bunga);

print “Anda sebaiknya mencicil Rp. $pembayaran_bulanan tiap bulan!”;

}

HutangAnda($pinjaman, $suku_bunga);

?>

</body>
</html>

Berikut penjelasan tiap baris.
baris 8: mulai php;
baris 10: mengeset variabel $suku_bunga menjadi 10%;
baris 12: membuat fungsi HutangAnda yang memiliki argumen $pinjaman dan $suku_bunga;
baris 14: membuat variabel $pembayaran_bulanan, yang nilainya adalah hasil perkalian antara jumlah pinjaman dan suku bunga;
baris 16: menampilkan ke layar sebuah kalimat yang menggunakan nilai dari variabel $pembayaran bulanan;
baris 20: kerjakan fungsi HutangAnda, yang (karena fungsi sudah didefinisikan sebelumnya) hanya menampilkan kalimat Anda lebih baik membayar [10% dari jumlah pinjaman yang dimasukkan pada halaman form] tiap bulan!

OK, jadi sekarang anda sudah bisa membuat fungsi yang menggunakan argumen kan. Sip, dengan demikian secara kurikulum anda sudah cukup memiliki semua dasar yang diperlukan untuk membuat kode PHP sederhana anda dan untuk mempelajari PHP lebih lanjut. Semoga bermanfaat. Dalam tutorial bagian terakhir, kita akan melihat beberapa tips yang mungkin bermanfaat dalam penulisan kode PHP anda. Silahkan kirim komentar anda ataupun tutorial yang anda perlukan, siapa tahu kami bisa memenuhinya. Jangan lupa tolong isi pools di kiri atas yach. Makasih.

Salam hangat

Prothelord.

Dasar-dasar PHP 12: Penutup

Sampailah kita di bagian penutup dari tutorial singkat kita tentang PHP. Sebelum mengakhiri, berikut sedikit materi yang mungkin akan bermanfaat dalam kehidupan anda mengarungi dunia PHP selanjutnya.

Jika anda masih belum sepenuhnya memahami tentang fungsi, tidak perlu khawatir. Dengan dasar yang sudah anda miliki sekarang, sudah dukup untuk mulai bisa memahami kode-kode PHP. Setelah anda mulai membaca kode-kode yang dibuat oleh orang lain, anda akan makin terbiasa dengan fungsi dan hal-hal lain tentang PHP.

Kamu juga bisa mencoba mengunjungi situs http://www.kursus-online.com untuk memperoleh tutorial yan lebih komprehensif dan enaknya lagi, di sana juga bisa langsung praktek, lihat teori, lihat kodenya, langsung lihat hasil eksekusi kode, dan latihan dalam satu layar yang terintegrasi. Try it, saya sangat merekomendasikan untuk belajar di sana. keren banget tuh situs.

Sebuah tips, jika anda sedang memikirkan sebuah fungsi yang anda ingin buat, cobalah untuk terlebih dahulu mencari di internet, biasanya sudah ada orang yang membuat fungsi itu dan bersedia dengan sukarela membaginya dengan anda. Karena PHP adalah bahasa open-source (artinya bahwa source code-nya dibagi secara terbuka dan bukannya dikangkangi oleh sebuah perusahaan saja), maka bahasa ini didukung oleh semangat kerjasama, dan banyak yang akan dengan senang hati membantu anda. (contohnya tutorial ini, 100% ndak bayar kan?)

Dengan pengetahuan anda tentang PHP saat ini, anda sudah bisa pergi kemanapun untuk mendalami urusan PHP ini. Untuk lebih memudahkan anda, berikut adalah tempat-tempat yang mungkin bermanfaat (tentu saja masih banyak situs-situs lain yang bertebaran di Internet):

PHP.net
Sumber dari segala sumber hukum PHP.

Manual: Berisi dokumen manual umum tentang PHP.

FAQ: Berisi informasi tetnang FAQ PHP.

Webmonkey’s PHP collection tempat sebagian besar tutorial ini berasal. Masih banyak tutorial lain yang dapat anda manfaatkan di sana.

Kayaknya sudah cukup apa yang dapat saya sampaikan, semoga tutorial ini dapat membawa manfaat bagi anda semua. Silahkan kirim e-mail jika ada yang perlu anda diskusikan, saya akan dengan senang hati berusaha membantu sebisanya. Jika tidak merepotkan, mohon bantuannya untuk mengisi polling di kiri atas.

Tk’s.

Salam hangat.

Prothelord.

Belajar Cara Menampilkan Tanggal di PHP

Udah tau cara nampilin tanggal di PHP? Kalo belum baca nih tutorialnya.
Singkat tepat jelasss. Selamat membaca.

Untuk menampilkan tanggal di halaman PHP kamu caranya gak susah kok. Kau bisa menggunakan fungsi date() dari PHP. Script sederhana berikut akan menampilkan “March 10, 2007” :

<?
$hari_ini = date(“F j, Y”);
echo($today);
?>

Gampang kan? Nah kalau pengen mengubah tampilan tanggalnya kamu cukup mengubah susunan parameter dalam date, misalnya kamu pengen tampilan tanggalnya jadi “2007 March 10” maka kamu tinggal mengubah baris pertama menjadi seperti ini:

$hari_ini = date(“Y F j”);

Bereksperimenlah sendiri untuk lebih memahami ya.

Kalau perlu parameter lengkapnya, misalnya perlu nampilin jam atau tahun dalam 2 angka kamu bisa lihat di sini.

Selamat mencoba dan salam hangat.
Prothelord.

Koneksi Database Menggunakan PHP dan MySQL

English version

Pembuatan situs web dinamis biasanya menggunakan database. PHP mensupport beberapa database diantaranya adalah MySQL dan Oracle (support database Oracle untuk Redhat 7 memerlukan kompilasi khusus, klik di sini untuk melihat artikel kompilasi Apache agar support Oracle 9i).

Dalam artikel ini akan ditunjukkan cara koneksi database dengan MySQL dari PHP.

Secara umum langkah perintah-perintahnya adalah sebagai berikut (diasumsikan Web server ada di alamat 192.168.1.2, menggunakan server database dengan alamat 192.168.1.1, user coba, password cobapsw, database prothelon, table tabel1) :

<?

mysql_connect(‘192.168.1.1′,’coba’.’cobapsw’);

$data_buffer=mysql_query(“select * from prothelon.tabel1”);

while($data=mysql_fetch_row($data_buffer)){

echo(“Ini adalah datanya $data[0], $data[1]<BR>”);

}

mysql_close();

?>

Harap diperhatikan bahwa sebelum dapat diakses oleh PHP, maka perlu dibuat user sebagaimana contoh dengan perintah MySQL sebagai berikut :

GRANT ALL on prothelon.* to coba@’192.168.1.2′ identified by ‘cobapsw’;

Sangat mudah bukan ??

Selamat mencoba..

Koneksi PHP dengan Oracle 2: Contoh Program

Dalam tutorial sebelumnya, kamu sudah mencoba mengkonfigurasi PHP Triad untuk support koneksi PHP dan Oracle. Nah dalam tutorial ini, kamu akan melihat dan mempelajari cara untuk menghubungkan PHP dengan Oracle. Simple kok. Tertarik ? Baca aja lebih lanjut.

Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan tabel oracle berikut sebagai source datanya. Nama tabel adalah test.

nama
kota

Prothelord
New York

Strawberi
Bangkok

Tujuan kita adalah menampilkan data nama dan kota dari tabel tersebut. Namun sebelum mulai, kamu perlu mencari informasi terlebih dahulu tentang informasi login ke Oracle yang biasanya disebut dengan TNS name (kamu bisa bandingkan dengan user, password dan IP dariMySQL server). TNS name terdiri dari :

– IP server Oracle
– Port yang dipakai (kalau MySQL 3306, ingat kan?)
– SID
– User
– Password

Cobalah tanyakan sama Oracle admin di tempatmu tentang informasi tersebut.

Kalau sudah dapat, cobalah edit program berikut dengan konfigurasi TNS Name yang kamu peroleh dari admin Oracle kamu. Dalam contoh kali ini, kita menggunakan konfigurasi TNS name sebagai berikut:

– IP: 10.2.2.2

– Port : 1523

– SID : TEST

– User : namamu

– Password : pwd

Berikut contoh program untuk mengakses tabel Oracle:

<?
$db = “(DESCRIPTION=(ADDRESS_LIST = (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = 10.2.2.2)(PORT = 1523)))(CONNECT_DATA=(SID=TEST)))” ;
$c1 = ocilogon(“namamu”,”pwd”,$db) ;
$kode=”select * from test” ;
$stmt = ociparse($c1,$kode) ;
ociexecute($stmt,OCI_DEFAULT) ;

//Menampilkan data dari tabel test

while (ocifetch($stmt)){
echo ociresult($stmt,0).”,”.ociresult($stmt,1) ;
echo (“<br>”) ;
}
ocilogoff($c1) ;
?>

Setelah selesai, simpanlah dengan nama coba_oracle.php dan panggil dari browser. Kamu seharusnya akan melihat hasil sebagai berikut :

Prothelord,New York
Strawberi,Bangkok

Dah, cuman gitu doang kok. Gampang yach ?

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.

Salam hangat.
Prothelord.

BY: Indah Nur R_XIMM4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s